Pada tanggal 20 November yang baru lalu, salah satu warga kami di RT 01/RW11 Desa Buahbatu Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, mengalami musibah yang cukup mengerika. Entah mimpi apa sebelumnya beliau ini. Tiba-tiba dipagi buta, sekitar jam 5, beliau–sebut saja Pak Yd– bermaksud mengganti tabung gas di rumahnya. Pak YD mengganti tabung gas yang bisasa dengan tabung gas yang ukuran 3 kg. Tetapi ketika regulator dipasang, gas tidak mengalir. Tentu saja kompor tidak mau menyala. Biasanya Pak Yd mengutak-atik kompor gasnya itu di luar rumah. Entah kenapa pada pagi itu Pak Yd mengutak-atiknya di dalam rumah. di dapur. Kebetulan, karena hari masih pagi, semua jendela dan pintu masih tertutup rapat. Tinggal ventilasi yang kecil saja.
Setelah tahu kompornya tidak menyala karena gas tidak mengalir, klep tabung gas itu kemudian di tusuk-tusuk oleh obeng. Oh.. ternyata gasnya keluar. Beberapa kali gas itu keluar dan berakumulasi di dalam ruangan. Kemudian regulator pun dipasang lagi, dan… pemantik dari kompor pun dinyalakan. Tetapi bukan kompor yang menyala… melainkan gas yang terperangkap di dalam ruangan terpantik oleh pemantik api dari kompor gas. Dan… woooshhh… begitu yang terdengar oleh Pak Yd. Tetapi tidak begitu terdengar di lular, Blaammm atau dhuaarrrr… begitulah kira-kira yang terdengar oleh tetangga. “Ada apa itu?” kata para tetangga. Dilihatnya genteng rumah Pak Yd sebagian rontok, dan bagian atas pintu depan sudah tidak ada lagi. Ada maling barang kali yang mendobrak pintu Pak Yd.. pikir sebagian tetangga. Dilihat ke bagian dalam, eternit ruang tamu dan ruang tidurpun ternyata rontok.
Yang disadari oleh Pak Yd sejurus kemudian dan yang juga dilihat oleh para tetangga rambut Pak Yd sudah menyala, dan sekitar 30% dari kulit tubuhnya mengelupas. Pak Yd terdiam terpaku tak mampu berbuat apa-apa. Dan para tetanggapun akhirnya menyadari bahwa suara ledakan itu berasal dari tabung gas. Padalah berasal dari gas yang terperangkap di dalam ruangan dan terpantik pemantik kompor. Pak Yd pun di bawa ke Rumah Sakit…
Jadi pelajaran yang dapat dipetik dari kejadian ini, kita harus hati-hati dalam mengoperasikan kompor gas, misalnya:
1. Jangan sekali-kali meguatak-atik tabung gas yang mengakibatkan keluarnya gas di dalam ruang tertutup.
2. Jika mencium bau gas di dalam ruangan, buka semua ventilasi lebar-lebar hingga gas menguap ke udara dan tidak tercium lagi bau gas di dalam ruangan.
3. Selama bau gas masih tercium, jangan sekali-kali memantik api, menyalakan alat elektronik dan kelistrikan di dalam rumah yang berpotensi memercikkan bunga api.
4. Pasanglah regulator sesuai dengan petunjuk dari pembuatnya, jika masih kesulitan, panggillah ahlinya.
Semoga kejadian ini dapat memberikan perhatian kepada kita semua dalam mengoperasikan peralatan rumah tangga yang berpotensi mengandung bahaya, khususnya kompor gas. Lebih khusus lagi kompor gas pembagian konversi dari minyak tanah.
Terima kasih.